Monday, June 1, 2009

LAPORAN PENELITIAN- GEMA REFORMASI DI LORONG POLITIK


Judul
Gema Reformasi di Lorong Politik

Latar Belakang
1.Indonesia di bawah kepemimpinan diktator Soeharto selama 32 tahun, menginginkan keterbukaan dalam bernegara.
2.Tragedi 1998 merupakan pelanggaran HAM terbesar dalam sejarah Indonesia.
3.Hingga 10 tahun paska penegakan reformasi, tragedi 1998 belum terselesaikan.

Rumusan Masalah
1.Apakah warga negara Indonesia saat ini masih peduli dengan tragedi 1998 ?
2.Sejauh manakah manakah warga negara Indonesia menginginkan tragedi 1998 diselesaikan oleh para tokoh bangsa ?

Tujuan
1.Untuk mengetahui kepedulian warga negara Indonesia saat ini masih peduli dengan tragedi 1998.
2.Untuk mengidentifikasi sejauh manakah warga negara Indonesia menginginkan tragedi 1998 diselesaikan oleh para tokoh bangsa.

Teknik Pengumpulan Data
Jajak Pendapat oleh Kompas melalui telepon secara acak kepada 866 responden berusia minimal 17 tahun dan berdomisili di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Padang, Medan, Banjarmasin, Pontianak, Menado, Makassar, dan Jayapura.

Hasil Penelitian
1.Sebagian besar warga negara Indonesia masih mengingat tragedi 1998 karena tragedi tersebut merata ke seluruh kawasan Indonesia.
2.Peristiwa- peristiwa besar yang paling dirasakan pada tragedi 1998:
a.Kerusuhan/ penjarahan/ pemerkosaan.
b.Lengsernya Soeharto.
c.Demonstrasi mahasiswa dan pendudukan gedung MPR/ DPR.
d.Tragedi Semanggi (penembakan).
e.Krisis ekonomi dan naiknya harga BBM.
3.Banyak tokoh bangsa penegak reformasi (Megawati Soekarnoputri, Abdurrahman Wahid, Amien Rais, Sri Sultan Hamengkubuwono X) sudah tak konsisten lagi dalam meperjuangkan jalannya reformasi. Tokoh-tokoh bangsa penegak reformasi lebih mementingkan partai/ kelompoknya hingga 10 tahun paska penegakan reformasi.
4.Harapan warga negara Indonesia kepada tokoh bangsa masih tinggi dalam penyelesaian tragedi 1998. Warga negara Indonesia menginginkan capres dan cawapres yang terpilih di tahun 2009 dapat menyelesaikan tragedi 1998.

(sumber: Harian Kompas, Senin, 11 Mei 2009 halaman 5)

No comments:

Post a Comment