Thursday, December 25, 2008

'THE DARK KNIGHT' DILARANG DIPUTAR DI CHINA


Sekuel laris Batman,
THE DARK KNIGHT, tak akan diputar di bioskop-bioskop China, demikian Warner Bros, menyatakan dalam sebuah pernyataannya Rabu (24/12). Diungkapkan, film yang mendapat sambutan positif dan menjadi film terlaris kedua dalam sejarah box office Amerika Serikat itu tidak akan dengan 'kepekaan kultural' disebut-sebut sebagai salah satu alasannya.

"Berdasarkan pada sejumlah prasyarat pra-rilis yang diberikan pada THE DARK KNIGHT dan kepekaan kultural pada beberapa elemen dari film ini, kami memutuskan untuk tak melakukan penayangan film ini di China," kata pernyataan yang dikirim lewat email kepada AFP.

Tak jelas apa yang dimaksud 'kepekaan budaya' itu. Namun yang pasti, dalam film tersebut terdapat adegan yang diambil di Hongkong, di mana Batman, yang diperankan Christian Bale, meringkus seorang pencuci uang China.

Pada 2006, otoritas China juga pernah melarang rilis film Hollywood MEMOIRS OF A GEISHA di tengah spekulasi pemeran pelacur Jepang yang dibawakan aktris China dapat memicu kontroversi di tengah masyarakat.

Film drama koboi gay BROKEBACK MOUNTAIN besutan sutradara Taiwan, Ang Lee, juga dilarang diputar di China.

BIOSKOP DIBUKA KEMBALI DI ARAB

Arab Saudi mungkin bisa menerima kehadiran bioskop setelah tiga dasawarsa hiburan itu dilarang. Situs web koran Telegraph mengutip media setempat, Minggu (21/12), melaporkan pernyataan Ketua polisi syariat Saudi Arabia.
"Film mungkin bisa diterima jika menyampaikan kebaikan dan sesuai dengan ajaran Islam," kata Syekh Ibrahim al-Gaith, Ketua Komisi Promosi Nilai Kebaikan dan Penjaga Susila.
Sheikh Gaith mengemukakan hal tersebut setelah pada pekan lalu berlangsung suatu terobosan yaitu pemutaran film komedi MANAHI untuk umum. Gaith menarik komentar dia sebelumnya yang mencap film 'sudah pasti setan' sehubungan pemutaran film tersebut di Kota Laut Merah.
"Saya tidak bilang bahwa semua yang namanya bioskop itu dilarang, saya cuma bilang kami tidak diajak berkonsultasi mengenai pemutaran-pemutaran film ini," jelasnya.
Sejak 9 Desember, kelompok usaha hiburan Rotana memutar MANAHI yang disambut baik oleh para penonton di Jeddah dan Taif. Perusahaan Rotana dikendalikan oleh miliuner Pangeran Alwaleed bin Talal.
Pemutaran film itu mendapat izin dari gubernur setempat, Pangeran Khalid al-Faisal, sehingga menimbulkan harapan bahwa Arab Saudi akan mengizinkan bioskop beroperasi.
Sebelum MANAHI diputar pertama kalinya, polisi syariat setempat memeriksa gedung berkapasitas 1.200 kursi itu untuk memastikan bahwa kaum laki-laki tidak bercampur dengan perempuan. Selama tiga kali pertunjukan dalam sehari, perempuan duduk di balkon sedangkan laki-laki di lantai dasar.Di Arab Saudi tidak tersedia bioskop namun banyak kedai kopi secara sembunyi-sembunyi memutarkan film untuk pelanggan. Kebanyakan warga Saudi menikmati film di rumah lewat DVD maupun televisi satelit. Jika ingin ke bioskop, mereka pergi ke Bahrain atau ke Uni Emirat Arab.